Wednesday, February 13, 2013

Lelaki Terbaik

Lelaki Terbaik

Dua hari lalu, saya menghadiri dua acara akad nikah di Tangerang dan Jakarta. Semua pemberi nasehat perkawinan mengutip hadits Nabi, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian dalam bermuamalah dengan keluargaku.”
Makna tersirat dari hadits nabi itu adalah tidak mungkin seseorang menjadi lelaki yang baik apabila ia tidak baik dengan keluarganya. Kebaikan kepada keluarganya itu kebaikan yang asli, tanpa pamrih. Watak asli seorang lelaki bisa dilihat dari bagaimana ia memperlakukan istri dan anaknya.
Bagaimana memperlakukan istri dan anak dengan baik dan terhormat? Menurut saya setidaknya ada tiga hal yang bisa kita lakukan. Pertama, mengajak istri dan anak untuk selalu mendekat kepada Allah. Dalam bahasa para ulama terdahulu, “Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus.”
Semua hal harus dimulai dengan pertanyaan, “Bila ini saya lakukan, Allah cinta gak ya?” Setelah kegiatan berjalan, kitapun harus tetap bertanya, “Bagaimana caranya agar tangan Allah selalu ikut dalam dalam aktivitas ini?” Lalu, pertanyaan terakhir, “Bagaimana caranya agar kegiatan ini bisa menjadi bekal untuk kehidupan nanti?” Seorang lelaki yang cerdas akan selalu mengajak istri dan anaknya “membawa” Sang Maha dimanapun dan kapanpun.
Kedua, sebagai lelaki kita harus bermental “to give” bukan “to get”. Apa artinya? Kita harus selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada istri dan anak. Bukan justru selalu bertanya, “Apa yang bisa saya dapatkan dari mereka?” Seorang lelaki terhormat juga sangat tidak pantas mengungkit-ungkit kebaikan dan pemberian kepada istri dan buah hatinya.
Ia juga perlu sering merenung, “Apakah saya sudah menyediakan waktu terbaik untuk mereka? Apakah saya sudah memberikan saran dan arahan yang terbaik untuk istri dan anak saya? Apakah yang saya lakukan ini benar-benar bisa menjadikan mereka SuksesMulia di kemudian hari?
Ketiga, lelaki itu menjadi “pakaian” bagi keluarganya. Fungsi pakaian itu melindungi, menutupi hal-hal yang memang harus ditutupi dan menjaga kehormatan sang pemakaianya. Seorang laki-laki harus menyediakan waktu untuk istri dan anaknya saat mereka ingin curhat, saat ada sesuatu yang membuat mereka gelisah dan perlu perlindungan.
Seorang lelaki juga akan menjaga kehormatan dan harga diri anggota keluarganya. Dia tak akan mengumbar cerita kelemahan dan keburukan istri dan anaknya. Ia akan sibuk mensupport dan mendukung anggota keluarganya sembari memperbaiki kelemahan-kelemahannya. Ia memahami bahwa semua hal adalah proses, perlu waktu dan perlu kesabaran membina istri dan anaknya.
Mulailah menjadi lelaki baik dari rumah, sebab itu cerminan hakiki siapa sejatinya Anda…
Salam SuksesMulia!

Wednesday, February 6, 2013

5 Alasan memilih TK Terbaik Alifa Kids

Ayah bunda, berikut 5 Alasan memilih TK Terbaik Alifa Kids
  1. Fasilitas: Full AC, kolam renang, Playground yang aman, Fasilitas ruang kelas yang lengkap.
  2. Kurikulum : Berorientasi kurikulum Internasional, diinspirasi oleh Vygotsky model dan Montessory.
  3. Kegiatan : Kegiatan ekslusif untuk pembentukan karakter anak
  4. SDM : Telah mengikuti training pembekalan dan berpengalaman
  5. Half Day + Full Day school : Memberikan pilihan yang memudahkan orangtua dalam tumbuh kembang anak.

Tuesday, January 15, 2013

Tak Mungkin terbalas

 artikel inspiratif untuk ayah dan bunda di TK terbaik Alifa Kids

Dua hari ini saya sakit gigi. Rasa sakitnya luar biasa. Saya yakin yang menyanyikan lagu “dari pada sakit hati, lebih baik sakit gigi ini…” pasti belum pernah sakit gigi. Saya pernah sakit hati, diputus oleh tunangan saya.  Sakit? Iya, tapi rasanya sakit gigi ini jauh lebih sakit.
Kalau sakit gigi itu bukan hanya giginya yang sakit, badan ikut meriang, mata pun ikut menangis. Beda dengan ketika mata saya “keculek” yang sakit hanya mata, gigi saya tidak ikut merasakan sakit. Begitulah bila kita ibaratkan anak dan orang tua; gigi saya ibaratkan anak dan orang tua saya ibaratkan mata.
Saat anak sakit, orang tua ikut merasakan sedih dan menangis. Namun ketika orang tua sakit terkadang seorang anak masih sibuk bekerja bahkan mengeluh saat harus menunggunya di rumah sakit. Seorang ibu, saat hamil, rela menggendong anaknya berbulan-bulan, tapi saya yakin tak ada seorang anak yang tahan menggendong ibunya walau hanya satu hari.
Seorang ayah rela bermandikan keringat, bekerja keras, pergi jauh ke luar kota mencari nafkah demi biaya sekolah atau kuliah anaknya. Namun betapa banyak seorang anak yang mengeluh saat harus membantu biaya pengobatan orang tuanya. Orang tua rela memandikan dan “nyebokin” anaknya setiap hari tetapi banyak anak yang mengeluh saat harus memandikan dan “nyebokin” orang tuanya yang telah renta.
Memang, cinta kasih orang tua tak mungkin mampu kita balas. Sekeras apapun kita berupaya, sebesar apapun yang bisa kita berikan kepada mereka, itu semua tidak ada seujung jari jasa orang tua kepada kita. Sungguh terlalu bila kita tidak berupaya membahagikan mereka. Sungguh durhaka bila hanya sekadar berkirim doa untuk merekapun kita sudah lupa.
Berusaha keraslah untuk membahagiakan orang tua. Bukan hanya berkata “saya ingin” tapi buktikanlah dengan tindakan nyata bahwa Anda sedang berjuang sungguh-sungguh membahagikan mereka. Jangan terlambat, karena waktu terus bergerak. Jangan sampai nanti Anda menangis tersedu di samping jenazah orang tua tercinta, menyesal karena banyak hal yang belum Anda lakukan untuk mereka.
Sakit gigi ini telah menyadarkan saya, betapa cinta, pengorbanan dan perhatian orang tua sangatlah luar biasa. Mereka sangatlah layak mendapat cinta terbaik dari kita, tentu setelah cinta kita kepada Allah dan Rosul-Nya.
Sambil menahan rasa sakit gigi ini, kukirimkan doa terbaik untuk mereka. “Ya Allah ampuni semua dosa yang pernah mereka lakukan. Cintailah mereka sebagaimana mereka mencintai kami di waktu kecil. Jadikan kami kelak hamba-Mu yang bersama-sama bisa memeluk nabi-Mu di tempat yang abadi dan terpuji…”

sumber : http://www.jamilazzaini.com/tak-mungkin-terbalas/
Salam SuksesMulia!

Monday, January 14, 2013

Belajar sambil Bermain

Belajar sambil bermain di TK terbaik Alifa Kids, di Alifa kids siswa belajar dalam berbagai suasana dan lingkungan. ada yang didalam ruangan dan ada juga yang diluar ruangan, sehingga siswa sangat menikmati proses belajar sambil bermain. 

Saturday, January 12, 2013

Perjalanan TK terbaik Alifa Kids 2013

Setelah mengikuti seleksi awal di Pekanbaru dan seleksi lanjutan di Medan akhirnya, TK terbaik Alifa Kids Menjadi finalis Wirausaha Muda Mandiri Nasional mewakili Kantor Wilayah I Medan.
Penjurian tingkat Nasional akan diadakan pada tanggal 11-17 Januari 2013 di JCC Jakarta.   Semoga TK terbaik Alifa Kids meraih hasil yang terbaik dalam Program Wirausaha Muda Mandiri dan bisa memberikan inspirasi kepada para Entrepreneur Muda di Tanah Air. Go Alifa Kids.

sumber : http://wirausahamandiri.co.id/terkini-info-Finalis%20Nasional%20Wirausaha%20Muda%20Mandiri%20%28WMM%29%202012-87.html

Friday, January 11, 2013

Perjalanan TK terbaik Alifa Kids

Setelah melakukan seleksi melalui presentasi business Plan dan”mingeling” sore ini, akhirnya terpilih salah seorang dari sebelas finalis Honda Youth Start-Up Icon sebagai juara pertama. Dewan juri menetapkan Rahmi Salviviani. Rahmi adalah Honda Start-up icon tingkat Nasional dari kota Pekanbaru yang membuka usaha Taman Kanak-kanak Alifa kids. Sekarang,TK terbaik Alifa kids memiliki sembilan outlet yang tersebar di Pekanbaru dan Palembang

http://the-marketeers.com/archives/rahmi-salviviani-raih-predikat-indonesia-honda-youth-startup-icon.html

Monday, December 24, 2012

Jangan Bunuh Karakter


Sebuah inspirasi dari TK Terbaik Alifa Kids,

Satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan. penduduk primitif di sana punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa? Kebisaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dan ditumbangkan dengan kapak.

inilah cara mereka,  beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu. Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari. Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga mulai rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati keropos dan mudah ditumbangkan.

Kalau diperhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya. Akibatnya, dalam waktu singkat, makhluk hidup itu akan mati.

Sahabat, bukankah kita manusia adalah makhluk hidup ? dan fisik kita mungkin jauh lebih lemah dari pada pohon ?

Pernahkah Kita berteriak pada anak Kita?

Ayo cepat ! cepetaaaaaan, kerjain PR nya ! Dasar lelet ! Kayak keong aja kamu!
Bego banget sih ! Begitu aja nggak bisa dikerjakan ?
Jangan main-main disini ! Berisiiiiiiiiiik ! diem, diem,diem ! aaaaah!

Atau, mungkin Kita pun berteriak balik kepada pasangan hidup Kita karena Kita merasa sakit hati ?

istri seperti kamu nggak tahu diri ! ngaca dong ngaca….. !
Bodoh banget sih jadi laki nggak bisa apa-apa ! bisanya Cuma minta,minta dan minta !
Aduuuuh, laki-laki kampungan banget siiiih !? gak makan sekolahan apa ?!

Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya :

Goblok, soal mudah begitu aja nggak bisa ngerkain ! Kapan kamu jadi pinter ?!

Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesal :

Eh tahu nggak ?! Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku nggak bakal nyesel !
Ada banyak yang bisa gantiin kamu !
Sial ! Kerja gini nggak becus ? Ngapain aku gaji kamu ?

yah… Setiap kali Kita berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak negatif, kita mulai mematikan roh pada orang disekitar kita yang kita cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan Kita, termasuk didalamnya bakat, kreatifitas dan inovasipun akan terbunuh.

dan ternyata apa yang dilakukan oleh penduduk primitif Solomon itu ada korelasinya dengan temuan mutakhir Dr. Masaru Emoto Dalam bukunya ” The Hidden Message in Water”, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau CD. Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain.
Dalam kehidupan sehari-hari. Teriakan, hanya di berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, betul ?

Nah, mengapa kita yang marah dan emosional mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka dekat bahkan hanya bisa dihitung dalam centimeter ?
ternyata, meskipun secara fisik kita dekat tapi sebenarnya hati kita begitu jauh. Itulah sebabnya mengapa kita harus saling berteriak! Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar kitapun mulai berusaha melukai serta mematikan roh kreatifitas orang yang kita marahi karena perasaan-perasaan benci dan dendam. Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.

Jadi mulai sekarang Jika Kita ingin roh kreatifitas orang yang Kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan-teriakan. Dengan berteriak kepada orang lain ada dua kemungkinan balasan yang Kita akan terima. Kita akan dijauhi atau Kita akan mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya.


Dari Anas r.a., “Aku telah melayani Rasulullah SAW selama 10 tahun. Demi Allah beliau tidak pernah mengeluarkan kata-kata hardikan kepadaku, tidak pernah menanyakan : ‘Mengapa engkau lakukan?’: ‘Mengapa tidak engkau lakukan itu ?’”
(HR Bukhari)

Dari Jarir bin Abdullah r.a.: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang tidak dikaruniai sifat lemah-lembut, maka ia tidak dikarunia segala macam kebaikan." (HR. Muslim)

“ seorang laki-laki telah datang kepada Rasulullah saw mengadukan hatinya yang keras, maka beliau saw bersabda, “Apakah kamu suka jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi? Sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah ia makan dari makananmu niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhamu terpenuhi.” (HR. Ath-Thabrani.)

sumber: Rumah Yatim Indonesia
https://www.facebook.com/notes/rumah-yatim-indonesia/jangan-bunuh-karakter-kisah-sukses-kisah-nabi-cerita-rakyat/10150594245035690